KEDIRI- Persaingan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kediri Raya tahun ini dipastikan berlangsung sangat kompetitif. Memasuki hari terakhir pendaftaran pada Selasa (1/7), ribuan calon peserta didik masih berusaha memperoleh kursi di sekolah negeri melalui jalur prestasi nilai akademik.
Pada jalur ini, seleksi dilakukan berdasarkan gabungan nilai rapor dan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Komposisi penilaiannya terdiri atas 60 persen nilai rapor dan 40 persen nilai TKA. Dengan sistem tersebut, peserta harus memiliki capaian akademik yang tinggi agar mampu bersaing memperebutkan kursi yang tersedia.
Berdasarkan pantauan pada hari pertama pendaftaran, Senin (30/6), nilai tertinggi yang tercatat di tiga SMK Negeri di Kota Kediri mencapai angka 89. Di sejumlah konsentrasi keahlian, jumlah pendaftar bahkan telah melampaui kuota yang tersedia. Kondisi ini diperkirakan terus berubah hingga penutupan pendaftaran karena calon siswa masih dapat melakukan pendaftaran sampai malam hari pada hari terakhir.
Jalur prestasi akademik memang menjadi jalur dengan kuota terbesar dalam penerimaan siswa baru di SMK, yakni mencapai 65 persen dari total daya tampung sekolah. Dari total 1.882 kursi yang tersedia di tiga SMK Negeri Kota Kediri, sebanyak 1.223 kursi dialokasikan melalui jalur tersebut.
Meski persaingan di sekolah negeri berlangsung ketat, calon siswa yang belum berhasil lolos tidak perlu merasa khawatir. Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kediri, Sidik Purnomo, memastikan masih banyak SMK swasta yang membuka kesempatan bagi peserta didik baru.
Ia menjelaskan bahwa seluruh SMK swasta di Kota Kediri masih menerima pendaftaran siswa baru. Hal serupa juga berlaku di Kabupaten Kediri, kecuali SMK Canda Bhirawa Pare yang telah memenuhi seluruh kuota penerimaannya.
Secara keseluruhan, terdapat 67 SMK swasta di Kediri Raya yang masih membuka penerimaan peserta didik baru. Jumlah tersebut terdiri atas 21 SMK swasta di Kota Kediri dan 46 SMK swasta di Kabupaten Kediri. Bahkan, total daya tampung sekolah-sekolah swasta tersebut dinilai lebih besar dibandingkan dengan kapasitas SMK negeri yang ada.
Menurut Sidik, masyarakat tidak perlu meragukan kualitas pendidikan di SMK swasta. Beragam program keahlian yang tersedia juga tidak kalah lengkap dibandingkan sekolah negeri. Mulai dari bidang teknologi, bisnis dan manajemen, hingga tata boga atau kuliner dapat menjadi pilihan sesuai minat dan bakat siswa.
Selain menawarkan pilihan jurusan yang beragam, banyak sekolah swasta juga menyediakan fasilitas pembelajaran yang memadai serta sarana dan prasarana yang setara dengan sekolah negeri. Hal ini diharapkan mampu menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh kesempatan bersekolah di SMK negeri.
Sidik juga mengingatkan agar calon siswa dan orang tua tidak menjadikan faktor biaya sebagai alasan untuk menghentikan pendidikan. Saat ini, banyak SMK swasta yang memberikan berbagai bentuk bantuan pendidikan, mulai dari potongan biaya sekolah sebesar 50 persen hingga pembebasan biaya pendidikan secara penuh bagi siswa yang memenuhi persyaratan tertentu.
Pemerintah, lanjutnya, memiliki komitmen untuk memastikan seluruh anak usia sekolah tetap memperoleh akses pendidikan. Karena itu, siswa dan orang tua diharapkan dapat mempertimbangkan sekolah swasta sebagai pilihan yang tidak kalah berkualitas, sekaligus menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga.
"Yang terpenting adalah anak-anak tetap melanjutkan pendidikan. Jangan sampai ada siswa yang tidak bersekolah hanya karena tidak diterima di sekolah negeri atau terkendala biaya," tegas Sidik.
Dengan masih terbukanya kesempatan di puluhan SMK swasta, lulusan SMP di Kediri Raya diharapkan tetap memiliki peluang untuk melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensi sesuai bidang keahlian yang diminati. Sekolah swasta kini tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi juga mampu memberikan kualitas pendidikan dan peluang karier yang kompetitif bagi para lulusannya.(red/lis)
0 Komentar