KEDIRI - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di Kabupaten Kediri telah ditutup pada Kamis (18/6). Meski demikian, masih terdapat sejumlah sekolah yang jumlah pendaftarnya sangat minim. Bahkan, dua sekolah dasar negeri hanya memperoleh dua peserta didik baru hingga akhir masa pendaftaran.
Kedua sekolah tersebut adalah SDN Simbar 1 Kecamatan Plosoklaten dan SDN Mojosari 1 Kecamatan Kras. Meski jumlah pendaftar masih jauh dari ideal, pihak sekolah mengaku tetap bersyukur karena kondisi tersebut lebih baik dibanding tahun sebelumnya.
Panitia SPMB SDN Simbar 1 Alvian Ardinata menjelaskan, sekolahnya berhasil memperoleh dua siswa baru pada tahun ini. Capaian tersebut meningkat dibanding SPMB 2025 yang tidak menghasilkan peserta didik baru sama sekali.
Menurut Alvian, pada tahun lalu sebenarnya ada seorang anak yang mendaftar. Namun, usia calon siswa tersebut belum memenuhi ketentuan minimal untuk masuk kelas I SD sehingga tidak dapat tercatat sebagai peserta didik baru. Kini, setelah usianya memenuhi syarat, anak tersebut dimasukkan dalam data siswa baru tahun ajaran 2026/2027 bersama satu pendaftar baru lainnya.
Ia menilai minimnya jumlah siswa bukan disebabkan rendahnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri. Faktor utama adalah jumlah penduduk di wilayah sekitar sekolah yang sangat terbatas. Dusun Simbarlor, yang menjadi wilayah layanan sekolah, hanya dihuni sekitar 35 kepala keluarga dan lokasinya relatif terpencil, sekitar empat hingga lima kilometer dari jalan utama.
Kondisi tersebut membuat jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah tersebut sangat sedikit. Bahkan, menurut Alvian, bukan tidak mungkin pada tahun-tahun tertentu sekolah tidak memperoleh murid baru sama sekali karena memang tidak ada anak yang memasuki usia sekolah.
Situasi serupa juga terjadi di SDN Mojosari 1 Kecamatan Kras. Kepala sekolah Alvi Na’imah mengatakan, sekolahnya juga hanya menerima dua siswa baru pada SPMB tahun ini. Meski demikian, hasil tersebut dianggap sebagai kemajuan karena pada tahun lalu tidak ada satu pun pendaftar.
Alvi menuturkan, salah satu penyebab minimnya jumlah siswa adalah keberadaan dua madrasah ibtidaiyah (MI) yang berlokasi cukup dekat dengan sekolah. Kedua lembaga pendidikan berbasis agama tersebut menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat setempat.
Untuk meningkatkan daya tarik sekolah, pihaknya terus mengembangkan program pembiasaan keagamaan seperti salat dhuha, hafalan surat pendek, serta baca tulis Al-Qur'an. Selain itu, sekolah juga memberikan berbagai fasilitas gratis bagi peserta didik baru, mulai seragam, tas, alat tulis, tabungan, hingga pembebasan seluruh biaya pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin menyatakan sekolah yang masih kekurangan siswa diperbolehkan membuka pendaftaran secara luring atau offline. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan hingga menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027 sehingga jumlah peserta didik masih berpeluang bertambah.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, total pendaftar SPMB 2026 di seluruh jenjang sekolah negeri mencapai 24.293 peserta. Jumlah tersebut terdiri atas 13.261 pendaftar jenjang SMP, 10.974 pendaftar jenjang SD, serta 58 pendaftar jenjang TK. (red/hep)
0 Komentar