Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp 63.900, Jadi Komoditas Pangan Termahal

 

Para pedagang menjalankan aktivitas rutin jual beli sayur mayur di pasar Induk Kramat Jati, Jakarta.(Photo by liputa6.com)

JAKARTA- Harga sejumlah komoditas pangan strategis di tingkat pedagang eceran secara nasional masih bergerak fluktuatif. Sejumlah bahan kebutuhan pokok tercatat berada di level cukup tinggi, terutama komoditas cabai yang masih mendominasi daftar pangan termahal.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) yang dihimpun Bank Indonesia dan dikutip dari Antara, Kamis (2/7/2026), cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi di pasar eceran nasional. Rata-rata harganya mencapai Rp 63.900 per kilogram (kg).

Tak hanya cabai rawit merah, jenis cabai lainnya juga masih diperdagangkan pada kisaran harga tinggi. Cabai merah besar tercatat seharga Rp 51.800 per kg, cabai merah keriting Rp 51.600 per kg, sedangkan cabai rawit hijau berada di level Rp 50.150 per kg. Tingginya harga cabai ini menunjukkan komoditas hortikultura masih rentan terhadap perubahan pasokan dan distribusi.

Pada kelompok bumbu dapur, bawang merah dijual rata-rata Rp 48.300 per kg. Sementara itu, bawang putih berada di kisaran Rp 44.000 per kg. Harga kedua komoditas ini masih menjadi perhatian karena termasuk kebutuhan utama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner.

Untuk komoditas beras, harga di tingkat eceran nasional juga menunjukkan variasi sesuai kualitas. Beras kualitas bawah I tercatat Rp 14.700 per kg dan kualitas bawah II Rp 14.550 per kg. Adapun beras kualitas medium I dijual Rp 16.350 per kg, sedangkan medium II berada di angka Rp 16.100 per kg.

Sementara itu, beras kualitas premium atau super masih berada di atas Rp 17 ribu per kg. PIHPS mencatat beras kualitas super I dibanderol Rp 17.650 per kg, sedangkan kualitas super II dijual Rp 17.100 per kg. Perbedaan harga tersebut mencerminkan segmentasi pasar berdasarkan mutu beras yang beredar di masyarakat.

Selain hortikultura dan beras, harga komoditas protein hewani juga tercatat relatif stabil di level tertentu. Daging ayam ras segar dijual rata-rata Rp 36.750 per kg. Sedangkan daging sapi kualitas I mencapai Rp 150.100 per kg, dan kualitas II berada di level Rp 141.100 per kg.

Untuk kebutuhan pemanis, gula pasir premium dibanderol Rp 20.300 per kg, sementara gula pasir lokal tercatat Rp 19.050 per kg. Di sisi lain, harga minyak goreng curah berada di angka Rp 20.550 per liter. Adapun minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp 24.250 per liter, sedangkan kemasan bermerek II sebesar Rp 23.400 per liter.

Secara umum, data tersebut menggambarkan rata-rata harga pangan di tingkat pedagang eceran nasional. Angka-angka itu dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasokan, permintaan, distribusi, hingga kondisi cuaca di berbagai daerah. Karena itu, perkembangan harga pangan masih akan sangat dipengaruhi oleh kelancaran rantai pasok serta stabilitas produksi di sentra-sentra pertanian dan peternakan.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar