Walikota Kediri Vinanda Prameswati di acara apel akbar pramuka gerakan ketahanan pangan 2026.(photo by radar kediri)
KEDIRI, kabarreskrim.co.id – Sebanyak 10 ribu pelajar SMP dan SMA sederajat mengikuti Apel Akbar Pramuka Penggerak Ketahanan Pangan 2026 yang digelar di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan kolaborasi Pemerintah Kota Kediri dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini menjadi ajang pembentukan karakter sekaligus menanamkan kesadaran pentingnya ketahanan pangan sejak usia dini.
Apel akbar yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut untuk pertama kalinya diselenggarakan dan mendapat sambutan antusias dari ribuan peserta. Acara semakin semarak dengan penampilan Drumband SMAN 5 Taruna Brawijaya serta hiburan dari penyanyi Niken Salindry.
Salah seorang peserta, Tarisa Ayu, siswi SMAN 6 Kota Kediri, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman baru sekaligus kesempatan memperluas pertemanan.
"Sangat antusias mengikuti acara ini. Baru pertama kali juga ikut," ujarnya.
Menurut Tarisa, keberadaan berbagai Satuan Karya (Saka) Pramuka yang dibina sejumlah instansi seperti Damkar, Satpol PP, BNN, dan lembaga lainnya menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.
"Kan ada Saka di bawah naungan dinas, seperti Damkar, Satpol PP, BNN, dan lainnya. Tinggal memilih yang paling diminati," katanya.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk membentuk karakter generasi muda sekaligus mempersiapkan calon pemimpin masa depan.
"Melalui kegiatan ini kami ingin membina generasi muda agar memiliki karakter yang kuat dan kelak mampu meneruskan perjuangan sebagai pemimpin masa depan," ujarnya.
Mengusung tema ketahanan pangan, Vinanda berharap para pelajar mulai mengenal cara bercocok tanam, memanfaatkan lahan sempit, hingga mengembangkan pertanian modern melalui sistem hidroponik maupun teknologi lainnya.
Menurutnya, sekolah-sekolah di Kota Kediri akan didorong memanfaatkan lahan yang tersedia menjadi area produktif sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan konsep ketahanan pangan secara langsung.
Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda rutin setiap tahun dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengapresiasi pelaksanaan apel akbar tersebut karena dinilai sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
"Ini merupakan salah satu program pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo untuk mengembalikan jati diri Indonesia sebagai negara agraris dengan potensi pertanian yang besar," jelasnya.
Aries menambahkan, saat ini berbagai SMA di Jawa Timur telah mulai mengembangkan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) sebagai sarana menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap sektor pertanian.
Melalui program tersebut, para pelajar diharapkan memiliki jiwa yang tangguh, memahami pentingnya ketahanan pangan, serta semakin mencintai potensi pertanian yang dimiliki Indonesia.(red/lis)
0 Komentar