KEDIRI - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri kembali menggelar razia rutin di sejumlah kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) kemarin. Dari kegiatan tersebut, petugas menemukan sejumlah senjata tajam rakitan serta beberapa benda yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.
Kepala Lapas Kelas IIA Kediri Gatot Tri Rahardjo mengatakan, razia dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.
"Razia ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban. Sekaligus menjadi bentuk komitmen Lapas Kediri dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, kondusif, serta bebas dari barang-barang terlarang," ujar Gatot.
Dia menjelaskan, kegiatan diawali dengan penggeledahan badan terhadap warga binaan yang menempati kamar sasaran razia. Setelah itu, petugas memeriksa seluruh bagian kamar secara menyeluruh, mulai area tempat tidur, lemari, rak, dinding, ventilasi, kamar mandi, hingga barang-barang pribadi milik warga binaan.
Selama proses razia berlangsung, pengawasan dilakukan secara ketat agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Meski dilakukan secara menyeluruh, petugas tetap mengedepankan pendekatan humanis kepada para warga binaan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkotika maupun telepon genggam. Namun, sejumlah senjata tajam rakitan dan benda tumpul berhasil diamankan karena dikhawatirkan dapat disalahgunakan dan membahayakan keamanan di dalam lapas.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, terdapat tiga jenis barang yang disita petugas. Delapan senjata tajam rakitan terdiri atas lima buah yang dibuat dari gagang sikat gigi, dua buah dari sendok besi, serta satu buah yang dibuat dari potongan engsel besi.
Selain itu, petugas juga mengamankan lima benda tumpul dan empat korek api gas yang ditemukan di dalam kamar hunian.
"Seluruh barang hasil razia telah kami amankan untuk didata dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," pungkas Gatot. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan kondusif. (red/hep)
0 Komentar