Kabar Baik bagi Warga Kediri, Program Kuliah Gratis Kembali Dibuka Tahun Ini

Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan Wawali Qowimuddin 


Kesempatan warga Kota Kediri untuk menempuh pendidikan tinggi secara gratis kini semakin terbuka. Selain melalui pembiayaan dari APBD, Pemerintah Kota Kediri juga menggandeng 16 perguruan tinggi di Kediri maupun Jawa Timur untuk menyediakan program beasiswa bagi masyarakat.


Tahun ini tersedia 209 kuota beasiswa yang dapat dimanfaatkan warga Kota Kediri. Sejumlah perguruan tinggi ternama turut berpartisipasi, di antaranya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Airlangga (Unair), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Terbuka (UT), Institut Teknologi Nasional (ITN), serta Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Selain itu, terdapat pula beberapa kampus di Kediri seperti Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.


Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyebut program beasiswa tersebut merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerja sama yang dijalin dengan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada penyediaan beasiswa, tetapi juga mencakup berbagai bentuk kolaborasi untuk kemajuan Kota Kediri.


Vinanda menilai pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Perguruan tinggi memiliki peran penting melalui gagasan, inovasi, kajian akademis, hingga hasil penelitian yang dapat menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan.


Karena itu, Pemkot Kediri juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) maupun penelitian di Kota Kediri. Diharapkan, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Kota Kediri Widiantoro menjelaskan bahwa pembiayaan dalam program beasiswa kemitraan pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh masing-masing perguruan tinggi.


Program tersebut diperuntukkan bagi warga Kota Kediri, dengan prioritas bagi keluarga rentan miskin hingga miskin ekstrem yang masuk dalam desil 1 sampai 5 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dari total 209 kuota yang tersedia, salah satunya juga diperuntukkan bagi jenjang SMK.


Masyarakat yang berminat dapat mengajukan permohonan beasiswa kepada pemerintah daerah. Selanjutnya, Pemkot Kediri akan melakukan proses seleksi sebelum memberikan rekomendasi kepada perguruan tinggi terkait.


Widiantoro menambahkan, tidak semua program studi tersedia dalam skema beasiswa tersebut. Setiap perguruan tinggi memiliki ketentuan masing-masing terkait jurusan yang dibuka. Informasi mengenai program studi yang dapat dipilih nantinya akan disampaikan kepada masyarakat.

 (red/hep)

Posting Komentar

0 Komentar