Pria di Kediri Meninggal di Sumber Air, Polisi: Tidak Ditemukan Unsur Pidana


Heboh penemuan pria tewas di Sumber Kweden Kediri.(PHOTO BY RADAR KEDIRI)


 Kediri – Seorang pria berinisial IB (51), warga Dusun Kweden, Desa Karangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengambang di sebuah sumber air pada Minggu (19/7) sekitar pukul 05.30 WIB.

Penemuan jenazah tersebut menggegerkan warga sekitar. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Tim Inafis Polres Kediri dan tenaga medis dari Puskesmas Ngasem memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas permintaan keluarga, jenazah tidak menjalani autopsi dan langsung diserahkan untuk dimakamkan.

Korban pertama kali ditemukan oleh seorang penjaga area pasar yang sedang berpatroli di sekitar lokasi sumber air. Saat melakukan pengecekan rutin, saksi melihat tubuh korban mengambang di permukaan air. Temuan itu kemudian segera dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngasem.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Kediri dan tenaga kesehatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan proses identifikasi serta pemeriksaan awal terhadap korban.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, kondisi jenazah juga belum mengalami pembusukan sehingga diperkirakan korban meninggal dunia sekitar tiga jam sebelum ditemukan.

Berdasarkan keterangan keluarga, IB diketahui meninggalkan rumah seorang diri sekitar pukul 03.00 WIB. Ia diduga menuju sumber air yang berada sekitar 30 meter dari tempat tinggalnya. Sekitar dua jam kemudian, korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di dalam sumber air dengan kedalaman kurang lebih satu meter.

Kapolsek Ngasem, Iptu Bambang Supaku, mengatakan hasil penyelidikan sementara tidak mengarah pada dugaan tindak pidana. Dari keterangan sejumlah saksi, korban diketahui memiliki kebiasaan mandi di sumber air tersebut pada waktu dini hari.

"Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan keterangan saksi, korban juga memiliki kebiasaan mandi di sumber air setiap dini hari," ujar Bambang.

Selain itu, polisi juga memperoleh informasi bahwa korban telah lama menjalani pengobatan gangguan kejiwaan di puskesmas setempat. Korban juga diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi dan diabetes.

Meski demikian, penyebab pasti kematian tidak dapat dipastikan karena keluarga menolak dilakukan autopsi. Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi yang diketahui oleh pemerintah desa setempat.

Setelah seluruh proses identifikasi, pemeriksaan medis, dan olah TKP selesai dilakukan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan seluruh penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan hingga kini tidak ditemukan indikasi adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar