Ditinggal Salat Jumat, Dua Warung Makan di Paiton Ludes Terbakar

 

HANGUS: Tim Damkar Kabupaten Probolinggo melakukan pemadaman api yang membakar dua warung makan di Desa Binor,(photo by radar bromo)



PAITON- Kebakaran melanda dua warung makan di Desa Binor, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jumat (26/6) sore. Dua bangunan milik Buriyono (45) dan Budianto (41) itu ludes dilalap api. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena kedua warung sedang tidak beroperasi.

Peristiwa bermula saat kedua pemilik warung meninggalkan tempat usahanya untuk menunaikan salat Jumat. Dalam kondisi kosong, tiba-tiba muncul kepulan asap dari warung milik Buriyono yang kemudian disusul kobaran api. Karena tidak ada orang di lokasi, api dengan cepat membesar dan merembet ke warung milik Budianto yang berada tepat di sebelahnya.

Warga yang mengetahui kejadian itu segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Situbondo serta dekat dengan objek vital PLTU Paiton, proses penanganan dilakukan secepat mungkin agar api tidak meluas.

Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehuddin menjelaskan, tiga tim pemadam diterjunkan untuk mengatasi kebakaran tersebut. Mereka berasal dari Damkar Kabupaten Probolinggo, Damkar PLN Paiton, dan Damkar Kabupaten Situbondo. Ketiga tim bekerja sama melakukan pemadaman dengan memusatkan penyemprotan air ke titik api hingga kobaran berhasil dikendalikan.

"Lokasi kebakaran berada di perbatasan Kabupaten Probolinggo dan Situbondo. Saat kejadian, warung dalam keadaan kosong karena ditinggal pemiliknya," ujar Sholehuddin, Sabtu (27/6).

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari salah satu warung. Meski penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, indikasi kuat mengarah pada hubungan arus pendek listrik.

Petugas membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Namun, kedua pemilik warung harus menanggung kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp35 juta akibat bangunan beserta sejumlah peralatan usaha yang hangus terbakar.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar