Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati melepas ratusan calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri pada Rabu (20/5) sore. Suasana haru menyelimuti prosesi keberangkatan menuju Asrama Haji Sukolilo sekitar pukul 16.30 WIB. Tangis keluarga dan kerabat pecah saat para jemaah berpamitan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Salah satu keluarga jemaah yang tampak tak kuasa menahan air mata adalah Sumarliya, warga Kelurahan Dermo, Kecamatan Mojoroto. Dia mengantar kerabatnya, Arina Laila, 46, yang akhirnya bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah menunggu selama 16 tahun sejak mendaftar pada 2010. “Anak-anaknya ada empat yang ikut mengantarkan ibunya,” ujar Sumarliya sambil terisak.
Meski berat melepas keberangkatan Arina, Sumarliya mengaku ikut bahagia karena penantian panjang kerabatnya akhirnya terwujud. Sebanyak 280 CJH Kota Kediri yang tergabung dalam kloter 115 diberangkatkan dalam prosesi yang juga dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin serta Kapolres Kediri Kota Anggi Saputra Ibrahim.
Dalam sambutannya, Vinanda berpesan agar para jemaah saling membantu selama berada di Tanah Suci. Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi jemaah lanjut usia. “Jangan lupa minum obat karena saya lihat banyak yang sepuh tadi,” katanya di kawasan GOR Jayabaya Kota Kediri.
Rombongan CJH Kota Kediri yang berangkat Rabu sore dijadwalkan terbang menuju Arab Saudi pukul 21.00 WIB malam harinya. Berbeda dengan kloter awal, jemaah asal Kota Kediri kali ini dijadwalkan mendarat langsung di Jeddah.
Sementara itu, ribuan jemaah haji asal Kabupaten Kediri telah diberangkatkan lebih dahulu secara bertahap pada Selasa (19/5) dan Rabu (20/5). Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, menyampaikan ada dua jemaah yang sempat tertunda keberangkatannya, yakni pasangan suami istri Maslikah Bukar, 68, dan Sairoji Bakri, 80.
Pasangan yang tergabung dalam kloter 109 itu belum dinyatakan layak terbang karena kondisi kesehatan Sairoji menurun. Setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan selama sehari di embarkasi, kondisi Sairoji membaik dan akhirnya dapat menyusul rombongan jemaah lain bersama kloter 116 pada Kamis (21/5) sore. (red)
0 Komentar