Penyaluran Bansos BPNT Tahap 2 Berlangsung Bertahap hingga Akhir Juni 2026

 

KPM menerima pencairan bansos (photo by radar kediri)


Program bantuan sosial (bansos) kembali mulai dicairkan kepada para Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Saldo Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap kedua senilai Rp600 ribu dilaporkan mulai masuk ke rekening penerima sejak 22 Mei 2026.


Sejumlah KPM diketahui telah berhasil mencairkan dana bantuan melalui mesin ATM, agen bank, hingga aplikasi BRImo. Penyaluran sebelumnya lebih dulu dilakukan oleh Bank BSI, kemudian disusul Bank Mandiri dan Bank BNI.


Meski pencairan mulai berlangsung, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap sehingga belum seluruh penerima mendapatkan saldo secara bersamaan. Saat ini, status pencairan di sistem SIKS-NG telah berubah menjadi SPM (Surat Perintah Membayar) dan nominal bantuan sudah tercantum.


Beberapa KPM dari berbagai daerah juga mulai membagikan bukti pencairan BPNT Rp600 ribu melalui Bank BRI. Di Kalimantan Tengah, penerima menunjukkan tangkapan layar aplikasi BRImo dengan saldo bantuan telah masuk. Di Ciawi, saldo bantuan dilaporkan masuk pada Sabtu pagi (23/5) sekitar pukul 07.30 WIB.


Sementara di Sumatera Barat, sejumlah penerima mengaku saldo Rp600 ribu masuk pada dini hari setelah sebelumnya menerima pencairan Rp500 ribu pada pekan lalu. Di Madura, Jawa Timur, bantuan juga dikonfirmasi cair sejak Jumat malam sekitar pukul 20.15 WIB.


Penyaluran BPNT tahap kedua ini diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Juni 2026 sebagai batas maksimal periode pencairan. Bahkan, kemungkinan pencairan susulan masih dapat terjadi pada awal Juli mendatang.


KPM pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Bank BRI diimbau rutin memantau saldo melalui ATM, agen BRILink, maupun aplikasi BRImo.


Untuk wilayah penyaluran melalui Bank BNI, percepatan distribusi dilaporkan terjadi di sejumlah daerah. Di Jawa Barat dan Banten meliputi Kabupaten Cirebon, Indramayu, Bekasi, Bandung, Sukabumi, Karawang, Bandung Barat, Kuningan, hingga Kota Tangerang.


Di wilayah Jawa Tengah dan DIY, pencairan tercatat berlangsung di Kabupaten Pemalang, Magelang, Bantul, Klaten, Wonosobo, Sragen, Wonogiri, Tegal, dan Rembang.


Sementara di Jawa Timur, penyaluran mencakup Kabupaten Malang, Probolinggo, Tuban, Kediri, Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, Ngawi, Pamekasan, Gresik, Bondowoso, Jombang, Ponorogo, Banyuwangi, Mojokerto, Blitar, Sidoarjo, hingga Lumajang.


Selain BNI, Bank Mandiri juga mempercepat penyaluran bansos susulan bagi KPM yang belum menerima bantuan pada tahap awal. Wilayah penyaluran meliputi Kabupaten Bogor, Garut, Ciamis, Pandeglang, dan Serang di Jawa Barat dan Banten.


Sedangkan di Jawa Tengah dan DIY meliputi Brebes, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Gunungkidul, Jepara, Sleman, dan Kendal. Untuk Jawa Timur, pencairan dilaporkan berlangsung di Kabupaten Jember dan Sumenep.


Penyaluran melalui Bank Mandiri juga mencakup sejumlah wilayah di Sumatera seperti Lampung Timur, Lampung Utara, Tanggamus, OKI, OKU Timur, OKU, Simalungun, Serdang Bedagai, Musi Rawas, Pesawaran, Way Kanan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Batubara, Kepulauan Meranti, dan Pesisir Selatan.


Sementara di Sulawesi dan Kalimantan, bantuan mulai dicairkan di Kabupaten Bone, Luwu, Pangkep, dan Landak.


Bagi KPM pemegang KKS Bank BRI yang saldo bantuannya masih kosong, kondisi tersebut disebut disebabkan antrean teknis dalam sistem perbankan. Berdasarkan pantauan aplikasi SIKS-NG milik pendamping sosial, sebagian besar status pencairan Bank BRI sebenarnya telah berubah menjadi SI (Standing Instruction).


Status SI menunjukkan bahwa Kementerian Sosial telah mengeluarkan instruksi pemindahbukuan dana ke bank penyalur. Namun karena jumlah penerima bansos melalui Bank BRI sangat besar, proses transfer dilakukan secara bertahap sesuai antrean internal perbankan. (red)

Posting Komentar

0 Komentar