Satreskrim Polres Kediri memberikan pembinaan kepada lima bocah yang terlibat dalam aksi prank pocong viral di Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Kelima anak tersebut sebelumnya diamankan polisi setelah video aksi mereka yang meresahkan warga tersebar luas di media sosial.
Dalam aksi itu, masing-masing anak memiliki peran berbeda. Dua anak berperan sebagai pocong, satu anak bertugas merekam video, sedangkan dua lainnya ikut bersama rombongan saat konten dibuat.
Kasatreskrim Polres Kediri AKP Joshua Peter Krisnawan melalui Kanit PPA Satreskrim Polres Kediri Ipda Eko Idya Sunarwan menjelaskan, awalnya polisi hanya mengamankan tiga anak. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, dua anak lain yang turut terlibat akhirnya juga diamankan.
“Dua anak menjadi pocong, satu anak merekam video, dan dua lainnya ikut bersama kelompok tersebut,” terang Ipda Eko.
Setelah diamankan, seluruh anak mendapat pembinaan didampingi orang tua masing-masing. Polisi juga memberikan edukasi agar mereka tidak mengulangi perbuatan yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Seluruhnya sudah dibina dan dipulangkan kepada orang tuanya,” tambahnya.
Sebelumnya, video penangkapan pocong di wilayah Plosoklaten sempat viral dan dikaitkan dengan isu teror pocong yang ramai diperbincangkan di sejumlah daerah di Jawa Timur. Kemunculan sosok pocong di jalan sempat membuat warga panik hingga berkerumun di lokasi kejadian.
Meski dipastikan hanya konten media sosial, polisi mengingatkan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Konten yang dibuat tanpa mempertimbangkan dampak sosial dinilai dapat memicu kepanikan dan keresahan warga. (red)
0 Komentar