Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pria melempar petasan ke arah sebuah kios di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, viral di media sosial. Kejadian tersebut memicu perhatian publik sekaligus membuat aparat kepolisian turun langsung melakukan pemeriksaan di lokasi yang disebut dalam rekaman tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria menyalakan petasan dari luar kios yang berada di Jalan Raya Bogor sebelum melemparkannya ke arah dalam bangunan yang bagian depannya memajang etalase kosmetik. Beberapa saat setelah itu terdengar suara ledakan dari dalam kios.
Tak lama kemudian, seorang penjaga terlihat keluar dari dalam bangunan sambil membawa senjata tajam. Perekam video yang berada di lokasi pun segera menjauh dari tempat kejadian.
Rekaman tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai komentar dari warganet. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa aksi pelemparan petasan itu diduga berkaitan dengan kecurigaan adanya penjualan obat keras golongan G di kios tersebut.
Menanggapi viralnya video itu, aparat kepolisian langsung melakukan pengecekan di sejumlah titik di wilayah Kecamatan Pasar Rebo. Pemeriksaan dilakukan di tiga lokasi berbeda yang berada di Kelurahan Pekayon dan Kelurahan Kalisari.
Salah satu lokasi yang diperiksa berada di Jalan Raya Bogor Kilometer 28, yang disebut dalam rekaman video viral sebelumnya. Polisi kemudian memasuki kios tersebut bersama pemilik bangunan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Petugas juga sempat memeriksa bagian lantai atas bangunan. Namun ruangan tersebut terlihat kosong, hanya terdapat karpet merah di lantai serta beberapa barang seperti tempat sampah kecil dan kipas angin yang tampak dalam kondisi rusak.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, kios tersebut sebelumnya disewakan kepada seseorang yang diduga telah menjalankan usaha selama kurang lebih enam bulan. Namun, penyewa tersebut sudah tidak terlihat sejak beberapa hari terakhir.
Saat aparat melakukan pemeriksaan, kios yang diduga menjual obat keras tersebut diketahui sudah tutup selama dua hari. Penutupan itu terjadi tak lama setelah video penyerangan petasan beredar luas di media sosial.
Dalam proses pemeriksaan, petugas kemudian melakukan pembongkaran kios dengan disaksikan oleh ketua RT setempat serta pemilik bangunan untuk memastikan kondisi di dalam tempat usaha tersebut.
Sementara itu, dari salah satu kios yang berada di Jalan Lestari, petugas menemukan sejumlah obat-obatan yang diduga termasuk dalam kategori obat keras. Barang yang ditemukan di antaranya sekitar 150 butir obat jenis trihexyphenidyl serta sekitar 250 butir obat kuning yang diduga tramadol.
Seluruh barang tersebut kini telah diamankan oleh pihak kepolisian sebagai barang bukti guna proses penyelidikan lebih lanjut.
(Red.EH)
0 Komentar