NGANJUK – Desa Betet dan Desa Kaloran di Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, dikenal sebagai salah satu sentra produksi genteng dan batu bata merah yang cukup populer. Produk material bangunan dari wilayah ini bahkan tidak hanya diminati oleh masyarakat setempat, tetapi juga oleh pembeli dari berbagai daerah di luar Nganjuk.
Salah satu perajin setempat mengungkapkan bahwa permintaan genteng dan bata merah dari kedua desa tersebut sudah berlangsung sejak lama. Banyak pelanggan datang dari daerah lain seperti Kediri hingga Jombang untuk mendapatkan material bangunan tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun awak media, keberadaan sentra produksi ini sudah berkembang selama puluhan tahun sehingga kualitas produknya semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Selain kualitas yang dinilai baik dan tahan lama, harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Untuk genteng berkualitas super, harganya sekitar Rp2,6 juta per 1.000 buah. Sementara itu, bata merah dijual sekitar Rp550 ribu per 1.000 buah. Awak media menyebutkan bahwa harga tersebut berlaku untuk kualitas terbaik, sedangkan untuk kualitas standar biasanya ditawarkan dengan harga yang lebih rendah.
Produksi genteng dan bata merah di wilayah tersebut dilakukan oleh puluhan rumah warga yang menjadikannya sebagai usaha utama. Setiap hari, para perajin memproduksi ribuan genteng dan bata merah untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berdatangan dari berbagai daerah.
Proses pembuatannya dimulai sejak pagi hari, mulai dari pengolahan tanah liat sebagai bahan dasar, pencetakan, hingga proses pembakaran menggunakan tungku tradisional. Dengan produksi yang terus berjalan setiap hari, ketersediaan stok genteng dan bata merah di sentra tersebut relatif stabil sehingga pembeli tidak perlu khawatir kehabisan barang.
(Red.EI)
0 Komentar