KEDIRI – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Ngablak, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, menjadi perhatian setelah dua ruang kelas di SDN 1 Ngablak harus dibongkar demi mendukung proyek tersebut.
Dua ruang yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan belajar mengajar itu ditempati oleh 29 siswa kelas II. Dampaknya, para siswa harus dipindahkan ke ruangan lain. Namun karena kondisi atap ruang pengganti masih bocor, proses belajar sementara dialihkan ke musholla sekolah.
Kepala Sekolah SDN 1 Ngablak, Sugeng Hariyadi, menegaskan kepada awak media bahwa pihaknya tidak merasa keberatan atas pembongkaran tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program pembangunan KDMP di desanya.
“Kami mendukung program ini. Tidak ada keberatan dari pihak sekolah terkait penggunaan dua ruang kelas tersebut,” ujarnya, Senin (2/3/2026).
Ia menjelaskan, sebelumnya terdapat tiga ruangan di lokasi tersebut, yakni dua ruang kelas dan satu gudang. Bangunan itu berdiri di atas Tanah Kas Desa. Ketika pemerintah desa mengajukan permohonan penggunaan lahan untuk pembangunan gerai KDMP, seluruh proses administrasi telah dilalui sesuai ketentuan.
Sugeng juga mengungkapkan bahwa bangunan tersebut sempat terendam banjir dan dalam waktu lama tidak difungsikan, sebelum akhirnya kembali digunakan beberapa tahun terakhir. Selain itu, SDN 1 Ngablak merupakan hasil penggabungan dari SDN 1 Ngablak dan SDN 2 Ngablak sehingga ketersediaan ruang kelas dinilai masih mencukupi.
“Sebanyak 29 siswa sudah kami pindahkan ke ruang kelas kosong. Namun karena atapnya masih bocor, kegiatan belajar sementara dipindah ke musholla,” jelasnya kepada awak media.
Dengan dialihfungsikannya dua ruang tersebut, pihak sekolah mengaku tidak lagi terbebani biaya perawatan maupun perbaikan bangunan lama. Ia pun berharap keberadaan gerai KDMP nantinya mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
(Red.EI)
0 Komentar