Batu Raksasa Longsor, Jalur Trenggalek–Ponorogo Masih Tertutup Total

 

TRENGGALEK – Akses jalan nasional penghubung Trenggalek–Ponorogo tepatnya di Km 16 masih lumpuh akibat tertutup material longsor berupa batu berukuran besar. Hingga kini, arus lalu lintas dari kedua arah belum dapat melintas.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan bahwa sebelum proses pembersihan dilakukan, tim gabungan terlebih dahulu menggelar asesmen dan pemetaan di sekitar lokasi longsor.

Tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) turut melakukan pemantauan langsung di atas lereng, termasuk menggunakan drone untuk memastikan kondisi terkini. Dari hasil pengamatan, masih terdapat potensi longsor susulan di area tersebut.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada awak media, struktur tanah di bagian atas lereng menyerupai lumpur dan cukup labil. Di sisi timur, ditemukan titik longsor tambahan dengan material yang masih tertahan di bagian atas tebing.

Selain itu, terdapat beberapa jalur aliran air yang dinilai dapat memperparah kondisi lereng, terutama saat hujan deras. Aliran air yang tidak lancar berpotensi membuat tanah menjadi jenuh dan memicu longsor lanjutan.

Untuk membuka akses jalan, satu unit alat berat telah diterjunkan guna memindahkan material batu berukuran kecil. Sementara batu berukuran besar rencananya akan dipecah menggunakan breaker.

Namun, penggunaan breaker akan diuji terlebih dahulu untuk mengantisipasi dampak getaran yang dikhawatirkan dapat memicu material lain di atas lereng ikut runtuh.

BPBD berharap proses penanganan berjalan lancar sehingga jalur utama penghubung Trenggalek–Ponorogo dapat segera difungsikan kembali dan aktivitas masyarakat kembali normal.

(Red.EI)

Posting Komentar

0 Komentar