kabarreskrim.co.id, Jakarta –Polda Jawa Timur akan memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di seluruh wilayah Jatim. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penyimpangan distribusi, termasuk dugaan pengiriman stok BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi Jawa Timur ke daerah lain.

Kapolda Jatim Irjen Dekananto Eko Purwono mengatakan, pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), tetapi juga dimulai sejak BBM keluar dari depo Pertamina.

Menurutnya, pengawalan distribusi diperlukan agar pasokan yang telah dialokasikan untuk masyarakat Jawa Timur benar-benar disalurkan sesuai peruntukannya.

“Stok Jawa Timur harus khusus didistribusikan di Jawa Timur. Jangan sampai nanti ada stok yang untuk Jawa Timur tetapi justru didistribusikan ke daerah lain,” ujar Dekananto dalam konferensi pers pengungkapan kasus penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi di Mapolda Jatim, Senin (2/11/2026).

Untuk menjalankan pengawasan tersebut, Polda Jatim akan menjalin koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, Pertamina, serta BPH Migas. Sinergi antarlembaga diharapkan dapat memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan.

Dekananto juga menyampaikan bahwa kepolisian akan mengawal proses pengiriman BBM dari depo Pertamina hingga tiba di SPBU yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

“Kami juga akan melakukan pengawalan memastikan pengiriman BBM ke beberapa kabupaten dan kota itu kita akan lakukan pengawalan mulai dari depo Pertamina sampai ke SPBU,” jelasnya.

Ia mencontohkan adanya temuan di salah satu SPBU di Kabupaten Blitar. Dalam kejadian tersebut, pihak SPBU menyatakan persediaan BBM telah habis. Namun, setelah dilakukan pengecekan, ternyata masih terdapat stok di tempat penyimpanan.

Kondisi semacam itu dinilai perlu mendapat perhatian karena berpotensi membuka celah penyimpangan, termasuk kemungkinan pengalihan pasokan ke wilayah lain.

“Kemarin di Blitar, di SPBU sampaikannya habis. Ternyata di dalam masih ada. Nah, ini juga berpotensi akan dipindahkan ke daerah lain,” tuturnya.

Sebagai tindak lanjut, Kapolda Jatim telah menginstruksikan seluruh kapolres di wilayah Jawa Timur untuk meningkatkan pengamanan serta melakukan pengawasan terhadap aktivitas penyaluran BBM di setiap SPBU di wilayah masing-masing. (red.ASM

)