Pembangunan dimulai sejak Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada November 2026 sehingga seluruh fasilitas dapat difungsikan secara optimal mulai tahun 2027.
Program tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan sektor kebudayaan yang diinisiasi Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito dalam mewujudkan Kabupaten Kediri sebagai daerah yang berbudaya sekaligus memiliki destinasi wisata sejarah yang representatif.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri, Irwan Chandra, melalui Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Tegar Yustisiawan, menjelaskan bahwa pekerjaan tahap III difokuskan pada penyelesaian amphitheater, pembangunan fasad museum, serta penataan akses keluar masuk pengunjung.
Menurutnya, akses menuju museum dirancang memiliki jalur masuk dan keluar yang terpisah di sisi kanan dan kiri sehingga arus pengunjung dapat berjalan lebih lancar dan nyaman.
Sementara itu, amphitheater dibangun sebagai ruang pertunjukan seni dengan dukungan fasilitas tata panggung, sistem tata suara, pencahayaan, serta elemen artistik yang dirancang untuk menunjang berbagai kegiatan seni dan budaya.
Sebagai penambah nilai estetika, area panggung juga akan dilengkapi ornamen Candi Bentar yang diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menciptakan suasana pertunjukan yang lebih menarik.
Selain itu, jalur instalasi untuk sistem suara dan pencahayaan akan dibuat secara khusus agar lebih rapi, mudah dalam pengoperasian, serta mendukung penyelenggaraan berbagai agenda pertunjukan seni.
Pada bagian depan museum, pembangunan fasad dilakukan untuk mempercantik tampilan bangunan sehingga menjadi lebih ikonik dan memperkuat daya tarik Museum Sri Aji Joyoboyo sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kabupaten Kediri.
Setelah seluruh pekerjaan selesai, pengelolaan sarana dan prasarana museum akan diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri untuk dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan seni, budaya, edukasi, serta pertunjukan.
Amphitheater yang dibangun tersebut dirancang mampu menampung lebih dari 1.000 penonton, sehingga diharapkan dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya, pementasan seni, hingga event pariwisata yang mampu menarik kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kediri.
Melalui pembangunan tahap III ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap Museum Sri Aji Joyoboyo semakin berkembang sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan kesenian daerah sekaligus menjadi destinasi wisata unggulan yang memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat.(red/lis)
0 Komentar