KEDIRI – Harga cabai di Kabupaten Kediri masih berada pada level yang relatif stabil di tengah berlangsungnya musim kemarau. Komoditas tersebut saat ini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Meski harga masih cukup menguntungkan, petani cabai justru menghadapi tantangan lain. Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan membuat tanaman cabai lebih rentan terserang hama maupun penyakit, salah satunya yang dikenal petani sebagai virus kuning.
Petani cabai di wilayah Ringinrejo, Edi Pramono, mengatakan serangan tersebut perlu diwaspadai karena dapat menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani. Menurutnya, musim kemarau menjadi salah satu periode yang membuat petani harus lebih intensif melakukan pengawasan terhadap tanaman.
Serangan biasanya diawali oleh keberadaan kutu pada bagian tanaman. Jika tidak segera dikendalikan, gangguan tersebut dapat menyebar dari daun menuju bagian batang hingga memengaruhi buah cabai.
“Penyebarannya cepat. Awalnya menyerang daun, kemudian bisa merambat ke batang dan akhirnya berdampak pada buah. Kalau sudah parah, tanaman bisa mati,” ujarnya.
Kerusakan pada tanaman tentu berpengaruh terhadap hasil produksi. Cabai yang terserang dapat mengalami perubahan kondisi fisik, termasuk munculnya bercak dan kerusakan pada buah. Kualitas yang menurun membuat hasil panen sulit memperoleh harga optimal.
Bahkan, apabila serangan terjadi secara luas, petani berpotensi mengalami kerugian karena tanaman tidak lagi produktif. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat biaya budidaya cabai cukup besar, mulai dari pembelian bibit, pupuk, obat-obatan hingga biaya perawatan.
Karena itu, Edi mengaku meningkatkan pengawasan sejak tanaman mulai ditanam. Pemeliharaan dilakukan secara rutin untuk memastikan pertumbuhan tanaman tetap optimal sekaligus mendeteksi lebih awal apabila terdapat tanda-tanda serangan hama.
Perawatan tersebut mencakup pemupukan, pengamatan kondisi daun dan batang, pengendalian hama, hingga penyemprotan sesuai kebutuhan. Langkah pencegahan dinilai lebih penting agar serangan tidak berkembang dan menyebar ke tanaman lain.
Menurut Edi, petani perlu lebih teliti selama musim kemarau. Kondisi tanaman harus diperiksa secara berkala karena perubahan cuaca yang ekstrem dapat membuat tanaman lebih mudah mengalami gangguan.
“Kami mengajak petani cabai untuk meningkatkan kewaspadaan. Karena penyebaran hama cukup cepat, tanaman harus dirawat dan dipantau secara lebih intensif,” jelasnya.
Selain menjaga kesehatan tanaman, pengawasan juga dilakukan hingga memasuki masa panen. Petani berharap produksi tetap terjaga sehingga kualitas cabai yang dihasilkan dapat memenuhi permintaan pasar dan harga jual tetap berada pada tingkat yang menguntungkan.
Dengan kondisi harga yang masih relatif stabil, petani berharap tidak terjadi gangguan produksi akibat serangan penyakit maupun hama. Kewaspadaan dan perawatan tanaman secara konsisten menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk menjaga produktivitas cabai selama musim kemarau.(red/lis)
0 Komentar