Puluhan Siswa MAN di Kediri Dilatih Tangani Korban Pingsan hingga Serangan Jantung


Tim 119 Dinkes Kabupaten Kediri sosialisasikan Bantuan Hidup Dasar (bhd) ke siswa MAN I Kediri di Tarokan Senin siang(photo by koranmemo)


KEDIRI
– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kediri terus mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada pelajar tingkat sekolah menengah.

Kegiatan tersebut diawali di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kediri, Kecamatan Tarokan, Senin (20/7/2026) pagi. Sosialisasi ini dijadwalkan berlangsung hingga 24 Juli 2026 dengan menyasar sejumlah madrasah dan sekolah di Kabupaten Kediri.

Setelah MAN 1 Kediri, kegiatan serupa akan dilanjutkan ke MAN 2 Kediri, MAN 3 Kediri, MAN 4 Kediri, dan MAN 5 Kediri. Sebelumnya, Dinkes Kabupaten Kediri juga telah memberikan pelatihan serupa kepada siswa SMA Negeri 1 Plosoklaten, SMA Negeri 1 Plemahan, serta sejumlah SMA negeri lainnya.

Ketua Tim Kerja Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Kabupaten Kediri Novianti Indah Fatmawati, SKM., M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan bekal keterampilan dasar kepada siswa agar mampu memberikan pertolongan awal ketika menghadapi kondisi darurat.

Menurutnya, peserta kegiatan berasal dari masing-masing sekolah dengan jumlah sekitar 40 siswa. Mayoritas peserta merupakan anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang dinilai memiliki peran penting dalam membantu menciptakan lingkungan sekolah yang lebih tanggap terhadap situasi darurat.

"Kegiatan digelar satu hari di masing-masing sekolah dengan durasi sekitar tiga jam dan menghadirkan dua pemateri. Maksud dan tujuannya adalah memberi pembekalan keterampilan kepada siswa agar peduli terhadap situasi gawat darurat akut ketika melihat temannya atau warga di lingkungannya mengalami kondisi seperti kesetrum, pingsan, tersedak, maupun serangan jantung mendadak," jelas Novianti.

Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung mengenai cara memberikan pertolongan yang tepat, cepat, dan benar.

Melalui pelatihan BHD ini, para siswa diharapkan memiliki keberanian dan kemampuan dasar untuk melakukan tindakan awal sebelum bantuan medis datang. Dengan demikian, risiko fatal akibat keterlambatan penanganan dapat diminimalkan.

Novianti menjelaskan, masyarakat yang membutuhkan bantuan dalam kondisi kegawatdaruratan juga dapat menghubungi layanan cepat tanggap Dinkes Kabupaten Kediri melalui command center 119 atau nomor 085212117119.

"Kami siap 24 jam. Jika jarak 10 kilometer pasti kami segera ke lokasi sebagai bentuk respon cepat, atau masyarakat juga dapat menghubungi Puskesmas terdekat yang siap menangani kondisi gawat darurat," katanya.

Dinkes Kabupaten Kediri sendiri memiliki 37 Puskesmas yang tersebar di berbagai wilayah. Seluruh fasilitas tersebut diharapkan mampu memberikan pelayanan cepat ketika masyarakat membutuhkan pertolongan medis.

Lebih lanjut, Novianti berharap siswa yang mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan mampu menyebarkan pengetahuan tentang pentingnya pertolongan pertama kepada teman, keluarga, maupun masyarakat sekitar.

"Harapannya siswa yang mengikuti sosialisasi dan pelatihan ini bisa memberikan informasi secara benar kepada teman, tetangga, atau warga yang mereka kenal," pungkasnya.

Melalui program tersebut, Dinkes Kabupaten Kediri ingin membangun kesadaran masyarakat sejak usia sekolah agar lebih peduli dan sigap ketika menemukan seseorang yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat.(red/lis)

Posting Komentar

0 Komentar