KEDIRI - Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) akhirnya mulai menerima bantuan langsung tunai (BLT) yang telah lama dinantikan. Demi memperoleh bantuan tersebut, sebagian warga bahkan datang ke lokasi penyaluran sejak pagi hari. Salah satunya adalah Wagini (71), warga yang mengaku baru pertama kali memperoleh bantuan sosial.
Ditemui di halaman Kantor Kecamatan Pesantren, Wagini mengatakan selama ini dirinya belum pernah menerima bantuan apa pun, baik berupa beras, minyak goreng, maupun bentuk bantuan sosial lainnya. Padahal, kondisi ekonominya tergolong kurang mampu. Ia tinggal bersama anak, menantu, dan cucunya di rumah sederhana serta menjalani kehidupan dengan penghasilan yang terbatas.
Karena itu, Wagini merasa sangat bersyukur saat menerima bantuan tunai sebesar Rp1 juta yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Pemerintah Kota Kediri. Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli kebutuhan makanan serta memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.
Meski penyaluran bantuan baru dimulai sekitar pukul 09.30, Wagini mengaku telah tiba di lokasi sejak pukul 07.00. Namun, setibanya di kantor kecamatan, antrean warga sudah cukup panjang karena banyak penerima yang datang lebih awal.
Hal serupa dirasakan Nur Syamsiah (40), warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren. Ia mengaku senang kembali menerima BLT untuk kedua kalinya. Menurutnya, bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pendidikan anak sekaligus memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Program BLT yang bersumber dari DBHCHT tidak hanya diberikan kepada fakir miskin dan lanjut usia (lansia), tetapi juga menyasar penyandang disabilitas berat, anak yang berhadapan dengan hukum (ABH), serta anak yatim. Pada tahap awal penyaluran, sekitar 2.000 penerima mulai menerima bantuan tersebut.
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menjelaskan bahwa bantuan ini disalurkan sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan.
Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan sekitar 4.000 penerima manfaat. Rinciannya meliputi 2.700 fakir miskin, 533 lansia, 60 penyandang disabilitas berat, 10 anak berhadapan dengan hukum, serta sekitar 1.400 anak yatim. Penyaluran pada hari pertama diprioritaskan bagi fakir miskin, lansia, penyandang disabilitas berat, dan ABH. Sementara itu, bantuan untuk sekitar 1.400 anak yatim dijadwalkan disalurkan pada Senin (27/7).
Vinanda berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga yang paling mendesak. Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi proses penyaluran agar bantuan dapat diterima oleh warga yang memang berhak dan tepat sasaran. (red/hep)
0 Komentar