SURABAYA- Aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum pesilat kembali terjadi di Kota Surabaya. Kali ini, dua remaja menjadi korban penyerangan menggunakan senjata tajam saat melintas di kawasan Jalan Kendangsari Industri pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Korban diketahui bernama Ibrahim Gery Nayif (18) dan M. Rafi Ilham Ardiansah (18). Akibat insiden tersebut, keduanya mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis. Ibrahim mengalami memar pada bagian bibir atas, sementara Ilham menderita luka bacok cukup serius di bagian punggung akibat sabetan celurit dan harus mendapatkan penanganan intensif di rumah sakit.
Menurut keterangan Ibrahim, sebelum kejadian dirinya bersama Ilham baru saja pulang dari berkumpul dengan teman-teman dan hendak menuju rumah mereka di kawasan Siwalankerto Timur menggunakan sepeda motor. Dalam perjalanan, mereka berpapasan dengan rombongan konvoi pesilat yang diperkirakan berjumlah lebih dari 15 orang dan mengendarai beberapa sepeda motor.
“Waktu itu kami baru pulang nongkrong dan hendak menuju rumah di Siwalankerto. Ilham memang mengenakan kaos perguruan silat, sedangkan saya tidak,” ujar Ibrahim, Rabu (24/6/2026).
Merasa situasi kurang aman setelah melihat rombongan tersebut, keduanya memutuskan untuk tidak melewati jalur yang semula direncanakan melalui Gapura Kutisari. Mereka kemudian berusaha mencari rute alternatif guna menghindari potensi konflik.
Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Saat melintas di depan Gapura Kutisari III, mereka kembali berpapasan dengan sekelompok pesilat yang diduga mengenali atribut perguruan yang dikenakan Ilham. Seketika itu pula, keduanya menjadi sasaran pengejaran.
“Saya sempat diteriaki lalu dikejar. Motor kami ditendang hingga terjatuh. Setelah jatuh saya dikeroyok, tetapi berhasil melarikan diri dan bersembunyi. Sementara Ilham tidak sempat menyelamatkan diri dan langsung dikeroyok serta disabet menggunakan celurit,” ungkap Ibrahim.
Melihat rekannya menjadi korban pengeroyokan secara brutal, Ibrahim berusaha mencari pertolongan dari warga sekitar. Ia kemudian mendapatkan bantuan dari sejumlah teman Ilham yang datang ke lokasi setelah mengetahui kejadian tersebut.
“Saya sempat mendapatkan perawatan di puskesmas. Sedangkan kondisi Ilham lebih parah sehingga langsung dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.
Akibat serangan tersebut, kondisi Ilham dilaporkan cukup serius karena mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian punggung. Saat ini ia masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Royal Surabaya.
Sementara itu, Ibrahim telah melaporkan kasus dugaan pengeroyokan dan penganiayaan tersebut ke Polsek Tenggilis Mejoyo agar para pelaku dapat segera diidentifikasi dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
“Ilham masih menjalani perawatan di RS Royal. Setelah kejadian, saya langsung membuat laporan ke Polsek Tenggilis Mejoyo,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali menambah daftar panjang kasus kekerasan jalanan yang melibatkan oknum perguruan silat. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat bertindak tegas untuk mengungkap para pelaku serta mencegah terulangnya kejadian serupa yang berpotensi mengancam keselamatan warga.(red/lis)
0 Komentar