Kediri - selama ini dikenal sebagai daerah penghasil tahu. Berbagai olahan berbahan dasar tahu mudah ditemui di wilayah ini. Namun, berbeda dengan kebanyakan produk yang ada, seorang pelaku UMKM asal Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo, menghadirkan inovasi dengan memadukan tahu dan cokelat dalam satu produk camilan.
Adalah Linawati, 42, yang berhasil mengembangkan produk unik berupa cokelat tahu. Perempuan tersebut telah menekuni usaha pembuatan kue dan camilan sejak 2017. Awalnya, ia memproduksi onde-onde mletek. Namun, seiring berjalannya waktu, ia merasa perlu menghadirkan produk yang lebih diminati berbagai kalangan, khususnya anak-anak dan remaja.
Berangkat dari kegemarannya membuat aneka kue, Linawati kemudian mulai bereksperimen dengan produk berbahan dasar cokelat. Dari berbagai percobaan yang dilakukan, lahirlah sejumlah produk seperti cokelat Dubai, stik brownies, hingga cokelat tahu yang kini menjadi salah satu ciri khas usahanya. Seluruh produk tersebut dipasarkan dengan merek Putriana, yang diambil dari nama putrinya.
Menurut Linawati, ide membuat cokelat tahu muncul setelah melihat produk cokelat berisi tempe yang diproduksi pelaku usaha di daerah lain. Ia lalu mencoba mengadaptasi konsep tersebut menggunakan tahu takwa yang selama ini menjadi ikon kuliner Kediri.
Dalam proses produksinya, tahu dipotong kecil-kecil lalu digoreng hingga kering dan renyah. Setelah itu, potongan tahu dicampurkan ke dalam adonan cokelat. Hasilnya, tercipta sensasi rasa yang unik dengan perpaduan manis cokelat dan gurih khas tahu. Teksturnya pun menyerupai kacang sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen.
Selain cokelat tahu, produk yang saat ini paling banyak diminati pasar adalah cokelat Dubai. Tingginya minat masyarakat terhadap camilan yang sedang populer tersebut mendorong Linawati untuk terus berinovasi. Salah satunya dengan membuat alternatif bahan kunafa secara mandiri agar biaya produksi tetap terjangkau tanpa mengurangi kualitas rasa.
Seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil produksi rumahan (homemade) dan telah mengantongi izin Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) serta sertifikat halal. Produk-produk tersebut dipasarkan melalui pusat oleh-oleh dan sejumlah toko di wilayah Kediri maupun Nganjuk.
Sementara itu, pemasaran ke luar daerah seperti Surabaya dan Probolinggo dilakukan melalui layanan pengiriman. Dari sisi harga, produk yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Cokelat Dubai dijual sekitar Rp16 ribu per kemasan, sedangkan stik brownies dan produk lainnya dibanderol antara Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kemasan. (red/hep)
0 Komentar