Polsek Ngadiluwih Petakan Titik Rawan Selama Sepekan, Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih Dijaga Ketat

 

Polsek Ngadiluwih (photo by radar kediri)

KEDIRI - Polsek Ngadiluwih mulai memetakan sejumlah aktivitas masyarakat yang dinilai berpotensi menimbulkan kerawanan selama sepekan ke depan. Mulai kegiatan rutin di pasar tradisional hingga rangkaian ibadah peringatan Kenaikan Isa Al-Masih menjadi fokus pengamanan aparat kepolisian.


Pemetaan tersebut dilakukan untuk periode Minggu (10/5) hingga Sabtu (16/5). Polisi juga melakukan deteksi dini terhadap berbagai agenda masyarakat yang diperkirakan menghadirkan massa dalam jumlah besar.


Sejumlah aktivitas rutin yang menjadi perhatian aparat di antaranya kegiatan jual beli di Pasar Ngadiluwih Desa Purwokerto dan Pasar Kolak Desa Wonorejo. Kedua pasar tersebut beroperasi mulai pukul 05.00 WIB hingga 11.00 WIB.


Selain itu, aktivitas perdagangan hewan pada pasaran Kliwon turut menjadi atensi. Yakni transaksi kambing di Pasar Desa Branggahan serta jual beli sapi di Pasar Rojokoyo Desa Purwokerto.


Tak hanya pasar tradisional, kepolisian juga memantau aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan modern yang buka selama 24 jam hingga kawasan perbankan. Khusus pengawasan perbankan dilakukan pada hari kerja, Senin hingga Jumat.


Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas maupun tindak kriminalitas di wilayah hukum Polsek Ngadiluwih.


Kapolsek Ngadiluwih AKP Budi Winariyanto mengatakan, pemetaan kegiatan masyarakat menjadi dasar bagi kepolisian dalam menentukan pola pengamanan dan patroli.


“Kegiatan rutin maupun hasil deteksi ini menjadi dasar kami dalam menentukan pola pengamanan dan patroli di wilayah hukum Polsek Ngadiluwih,” ujarnya.


Sementara itu, agenda yang paling menjadi perhatian pada pekan ini adalah rangkaian ibadah peringatan Kenaikan Isa Al-Masih yang berlangsung Kamis (14/5).


Beberapa lokasi ibadah yang masuk pengamanan di antaranya GBI Maranatha Desa Ngadiluwih dengan perkiraan sekitar 300 jemaat. Kemudian GPDI Tabita Desa Tales sekitar 70 jemaat, GPDI Anugrah Desa Purwokerto sekitar 40 jemaat, serta GKIN Syaloom Desa Purwokerto dengan sekitar 30 jemaat.


Selain kegiatan keagamaan, aparat kepolisian juga melakukan pemantauan terhadap agenda internal perguruan silat dan sejumlah kegiatan masyarakat lainnya guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

(red)

Posting Komentar

0 Komentar