Mutasi Jabatan Kian Dekat, Pejabat Pemkot Kediri Jalani Wawancara Asesor


Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, foto:radar kediri


 KEDIRI - Rotasi jabatan di lingkungan Pemkot Kediri diperkirakan akan kembali bergulir. Salah satu sinyalnya terlihat dari pelaksanaan asesmen pejabat yang digelar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, Selasa (12/5).


Sebanyak puluhan pejabat eselon II atau setingkat kepala dinas dan kepala badan mengikuti tahapan penilaian tersebut.


Asesmen pejabat sendiri bukan kali pertama dilakukan di masa kepemimpinan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati. Kegiatan itu menjadi sarana untuk mengukur kemampuan dan kompetensi pejabat maupun aparatur sipil negara (ASN). Biasanya, asesmen diikuti dengan mutasi jabatan beberapa bulan setelahnya.


Tahun lalu misalnya, asesmen digelar pada April dan dilanjutkan mutasi pejabat eselon II pada September. Setelah itu, rotasi juga menyasar pejabat eselon III dan IV.


Dalam asesmen kemarin, sebanyak 23 pejabat eselon II menjalani wawancara langsung dengan tiga asesor dari BKD Provinsi Jawa Timur. Sebelumnya, para peserta telah mengikuti asesmen daring bersama seorang asesor pada Senin malam (11/5).


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kota Kediri Yunita Hartutiningsih menjelaskan, uji kompetensi tersebut diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama dan dilaksanakan selama dua hari, yakni secara online pada 11 Mei dan tatap muka pada 12 Mei.


Yunita mengakui, asesmen dilakukan sebagai upaya pemetaan kompetensi sekaligus integritas ASN di lingkungan Pemkot Kediri.


“Melalui kegiatan uji kompetensi ini diharapkan dapat menghasilkan aparatur pemerintah yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab jabatan,” ujarnya.


Pelaksanaan asesmen pun dikaitkan dengan isu mutasi jabatan yang kembali mencuat di lingkungan Pemkot Kediri. Terlebih, saat ini terdapat sejumlah posisi kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih kosong.


Beberapa di antaranya adalah jabatan kepala dinas kesehatan, inspektorat, serta badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol). Selain itu, beberapa kepala OPD lainnya juga dijadwalkan memasuki masa pensiun pada pertengahan tahun ini hingga awal 2027.


Saat ditanya apakah hasil asesmen akan menjadi dasar pengisian jabatan kosong, Yunita memberikan jawaban singkat.


“Bisa menjadi pertimbangan,” tandasnya.


Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, asesmen dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Para pejabat eselon II menjalani sesi wawancara secara bergantian bersama tiga asesor.


Salah satu peserta asesmen adalah Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari. Menurutnya, sesi wawancara berlangsung lebih dari satu jam.


Para asesor memberikan sejumlah pertanyaan terkait kinerja sebagai ASN, inovasi untuk Kota Kediri, hingga persoalan integritas.


“Kurang lebih yang ditanyakan terkait tugas kami selama ini, inovasi ke depan untuk Kota Kediri, dan soal integritas,” jelas Endang usai menjalani asesmen sekitar pukul 10.00 WIB.


Perempuan yang juga menjabat definitif sebagai Kepala Dinas PUPR Kota Kediri itu menyebut asesmen kali ini merupakan tahapan kedua.


“Tidak ada tes tulis lagi hari ini. Karena tes tulis sudah dilakukan sebelumnya, termasuk tes kesehatan juga sudah,” pungkasnya. 

(red/hep)


Posting Komentar

0 Komentar