Macet Mengkreng Jadi Sorotan, Tiga Bupati Sepakat Dorong Flyover dan Hidupkan Kembali Jembatan Lama

foto : radarkediri


Kediri — Rencana pembangunan Flyover Mengkreng terus dimatangkan. Selain proyek jalan layang, tiga pemerintah daerah juga sepakat mengusulkan pembangunan kembali Jembatan Lama Kertosono sebagai solusi tambahan untuk mengurai kemacetan di simpang tiga yang dikenal padat tersebut.


Pembangunan Jembatan Lama Kertosono telah dimasukkan dalam proposal proyek senilai Rp 800 miliar yang akan diajukan ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Hingga awal Mei, dokumen usulan yang disusun oleh Pemerintah Kabupaten Kediri, Nganjuk, dan Jombang itu hampir selesai.


Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, serta Bupati Jombang Warsubi diketahui telah menandatangani proposal tersebut. Rencananya, berkas akan segera diserahkan ke Kementerian PU, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa-Bali, serta Gubernur Jawa Timur.


Kepala Bidang Infrastruktur Bappeda Kabupaten Kediri, Imam Malik, menyampaikan bahwa langkah selanjutnya adalah menjadwalkan pertemuan dengan gubernur dan Dirjen Bina Marga Kementerian PU. Meski waktu pastinya belum ditentukan, pertemuan tersebut diupayakan berlangsung secepat mungkin.


Malik juga membenarkan bahwa pembangunan Jembatan Lama Kertosono yang berada di sekitar Simpang Tiga Mengkreng menjadi bagian dari usulan. Jembatan peninggalan era kolonial tersebut sebelumnya sempat direncanakan untuk difungsikan kembali oleh Pemkab Nganjuk, namun tidak terealisasi. Bahkan, sebagian konstruksinya kini telah dibongkar.


Padahal, menurut Malik, keberadaan jembatan tersebut memiliki potensi untuk mengurangi beban lalu lintas di jalur utama. Dalam proposal, pembangunan jembatan tidak harus dalam skala besar, melainkan cukup diperuntukkan bagi kendaraan roda dua hingga roda empat ringan.


Dengan konsep tersebut, pengguna jalan seperti pelajar dan warga lokal bisa memanfaatkan jalur alternatif tanpa harus melalui jembatan utama yang selama ini menjadi titik kemacetan.


“Jika bisa dimanfaatkan kembali meski dalam skala kecil, itu sudah sangat membantu. Misalnya untuk sepeda motor atau akses pelajar, sehingga tidak terjadi penumpukan di jembatan utama,” ujarnya.


Lebih lanjut, Malik menjelaskan bahwa usulan pembangunan jembatan lama dimasukkan sebagai pengingat bagi pemerintah pusat. Pasalnya, rencana penanganan jembatan tersebut pernah dibahas saat kunjungan pejabat pusat beberapa tahun lalu, namun hingga kini belum terealisasi.


Pemerintah daerah berharap, usulan terintegrasi tersebut dapat memperoleh respons positif. Selain flyover sebagai solusi utama, pemanfaatan jembatan lama diharapkan menjadi langkah cepat dalam mengurai kemacetan di kawasan Mengkreng.


“Harapannya bisa menjadi solusi untuk memecah kepadatan lalu lintas di sana,” tambahnya.


Sebelumnya, pada Rabu (8/4), tiga kepala daerah tersebut telah menggelar rapat terbatas di pos polisi Simpang Tiga Mengkreng. Dalam pertemuan itu, Pemkab Kediri, Nganjuk, dan Jombang sepakat menggagas pembangunan flyover di titik perbatasan yang menjadi salah satu simpul kemacetan terpadat di wilayah tersebut.

(red/hep)

Posting Komentar

0 Komentar