photo by kompas.com


Beban hidup yang ditanggung Minem, seorang lansia berusia 66 tahun asal Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, akhirnya mendapat perhatian dari Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Kemarin, bupati yang akrab disapa Dhito itu bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri datang langsung ke rumah Minem untuk menyerahkan bantuan.

Usai melakukan kunjungan ke kawasan Kelud, Dhito bersama rombongan menuju kediaman Minem dengan menggunakan sepeda motor. Dalam rombongan tersebut turut hadir Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Dandim 0809/Kediri Dhavid Nur Hadiansyah, Kapolres Kediri Bramastyo Priaji, serta Kapolres Kediri Kota Anggi Saputra Ibrahim.

Dalam kunjungan itu, mereka berbincang hangat dengan Minem yang selama ini menjadi tulang punggung keluarganya. Di rumah sederhana yang ditempatinya, Minem harus merawat adiknya, Kasmirah, yang mengalami keterbelakangan mental. Selain itu, ia juga mengurus anak perempuannya yang sedang sakit dan seorang cucu yang masih duduk di bangku SMP.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Minem mengandalkan penghasilan dari berjualan bunga tabur dengan pendapatan sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu per hari.

Dhito mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi mengenai kebutuhan mendesak keluarga Minem. Salah satunya adalah kebutuhan pompa air untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mengingat selama ini Minem masih menggunakan pompa manual yang cukup berat digunakan.

Selain memberikan bantuan pompa air, rombongan juga menyerahkan sejumlah kebutuhan pokok rumah tangga. Pemerintah Kabupaten Kediri pun tengah mempertimbangkan bantuan modal usaha agar penghasilan keluarga Minem dapat lebih stabil.

Dhito juga menyebut pihaknya akan membantu pendidikan cucu Minem yang kini berusia 16 tahun setelah lulus sekolah nanti. Menurutnya, pemerintah akan meninjau anggota keluarga yang memungkinkan untuk menerima bantuan usaha agar usaha tersebut dapat berkembang dan berkelanjutan.

Sementara itu, Minem mengaku sangat bahagia atas kunjungan bupati dan jajaran pejabat Kabupaten Kediri ke rumahnya. Dengan penuh haru, ia bahkan memegang bahu Dhito cukup lama karena masih tidak percaya mendapat perhatian langsung dari pemerintah daerah.

Meski telah menerima berbagai bantuan, Minem mengaku memiliki keinginan yang sederhana, yakni tetap bisa berjualan bunga tabur dan merawat keluarganya seperti biasa. (red)