Suasana tenang di area kantin dan koperasi Rumah Sakit Muhammadiyah Ahmad Dahlan mendadak berubah panik sekitar pukul 16.30 WIB pada Selasa (19/5). Pengunjung yang sedang makan dan minum kopi langsung berhamburan keluar setelah muncul kepulan asap hitam dari area jaringan listrik.
Salah seorang pembesuk pasien asal Desa Minggiran, Kecamatan Papar, bernama Sumijah mengaku langsung berlari menyelamatkan diri sambil membawa nasi bungkus yang sedang dimakannya. Kepulan asap hitam yang semakin tebal membuat suasana di sekitar kantin menjadi mencekam, terlebih setelah terdengar suara keras akibat kaca yang pecah.
Kepanikan juga dirasakan keluarga pasien dan pengunjung di ruang perawatan lantai dua yang lokasinya berdekatan dengan kantin. Asap hitam mulai masuk ke area perawatan sehingga sejumlah pasien dievakuasi turun ke halaman depan rumah sakit.
Meski situasi sempat kacau, tidak terdengar teriakan histeris dari pengunjung. Namun, beberapa pasien tampak panik saat dipindahkan petugas ke area aman. Salah satunya Rina yang saat itu menggendong anaknya dengan tangan masih terpasang selang infus.
Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah pasien sementara ditempatkan di halaman depan rumah sakit setelah dievakuasi dari ruang perawatan. Wajah khawatir terlihat jelas dari pasien maupun keluarga yang masih menunggu perkembangan situasi.
Hingga sekitar dua jam setelah kejadian, sebagian keluarga pasien dan pembesuk masih bertahan di halaman depan sambil saling menceritakan pengalaman saat kebakaran terjadi. Sementara itu, kondisi listrik di rumah sakit juga belum sepenuhnya stabil dan beberapa kali mengalami mati-hidup setelah api berhasil dipadamkan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Kediri, Dhany Adi Projo, menjelaskan proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Menurutnya, api berhasil dikendalikan lebih cepat karena tidak terdapat banyak material yang mudah memicu penyebaran api.
Sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi bersama sepuluh personel dari Damkar Kota Kediri dan Pos Grogol Kabupaten Kediri. Petugas sempat mengalami kendala pada tahap awal karena akses masuk kendaraan pemadam cukup sempit dan dipenuhi kendaraan serta warga.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Kerugian akibat insiden tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta hingga Rp300 juta.
Sementara itu, Direktur RSM Ahmad Dahlan Kota Kediri, Zainul Arifin, memastikan seluruh prosedur manajemen risiko berjalan dengan baik, mulai dari sistem alarm hingga proses evakuasi dan penanganan pascakebakaran.
Ia berharap pelayanan rumah sakit dapat segera kembali normal karena lokasi kebakaran berada di area kantin belakang ruang pelayanan medis. Menurutnya, seluruh proses antisipasi dan evakuasi berhasil dilakukan dengan baik sehingga situasi dapat segera dikendalikan.
Terpisah, Kapolres Kediri Kota Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan apabila ada permintaan dari pihak rumah sakit, terutama jika ditemukan unsur yang memerlukan penanganan lebih lanjut. (red)
0 Komentar